OPERBOLA

Jerman : “Spanyol Jauh Lebih Hebat Dari Argentina”. Menjelang pertandingan semifinal, tim Jerman tampaknya sudah mempersiapkan diri menghadapi kekuatan lawan, Spanyol. Pelatih Jerman Joachim Loew mengungkapkan, Spanyol jauh lebih berbahaya ketimbang lawan sebelumnya, Argentina. Menurutnya, Spanyol mengembangkan kerjasama tim terbaik di dunia, bukan hanya mengandalkan kualitas permainan per pemain.

Loew mengatakan juara Eropa Spanyol benar-benar merupakan tim berbeda.
“Mereka merupakan negara yang konsistensi sepak bolanya amat bagus dalam dua tiga tahun ini,” kata pelatih berusia 50 tahun itu kepada wartawan menjelang pertandingan Rabu di Durban, seperti dikutip ANTARA, Selasa (6/7).

“Spanyol tidak memiliki satu Messi. Mereka memiliki lebih dari satu Messi. Khususnya di lini depan, banyak pemain yang dapat memutuskan permainan. Spanyol tidak seperti Inggris dan Argentina, tim yang berbuat kesalahan,” kata Loew. “Mereka membuat kesalahan amat sedikit di bagian bertahan, jadi kami harus menekan mereka agar berbuat salah,” katanya. (MORE)

—————————————————————————————————————————————-

Kehadiran Mick Jagger Dianggap Pertanda Buruk. Rakyat Brazil berduka Jumat, akibat kekalahan kesebelasan sepak bola negeri itu dari Belanda di perempat final Piala Dunia FIFA di Afrika Selatan.

Tim Samba sebenarnya unggul lebih dulu pada babak pertama pertandingan tersebut, melalui goal yang dicetak oleh Robinho. Tetapi tim Brazil menyerah atas tekanan regu Belanda dan kalah 1-2.

Perasaan lebih dari 60.000 orang yang berkumpul di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro dan Lembah Anhangabau, Sao Paulo, berubah dari berbunga-bunga jadi hancur berkeping-keping dengan hasil akhir pertandingan itu. (MORE)

——————————————————————————————————————————————-

Rakyat Argentina Masih Dukung Maradona. Kekalahan memalukan atas Jerman di perempat final Piala Dunia Afrika Selatan ternyata tak menyurutkan dukungan fans tim nasional Argentina. Saat tiba di kampung halaman mereka, Buenos Aires, skuad Argentina tetap mendapat sambutan hangat oleh para pendukungnya.

Ribuan penggemar dengan mengenakan pakaian nasional berwarna biru cerah dan putih berkumpul di luar Bandar Udara Internasional Ezeiza, serta markas Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Banyak di antara mereka membawa slogan yang mendukung pelatih Diego Maradona.

Maradona sendiri telah mengisyaratkan niatnya untuk mundur sebagai pelatih timnas Argentina, setelah kekalahan timnya 0-4 oleh Jerman pada Sabtu (3/7). “Saya harus membahasnya dulu dengan keluarga saya dan para pemain,” kata Maradona, yang mengambil alih posisi pelatih Argentina pada Oktober 2008. (MORE)

——————————————————————————————————————————————–

Maju Mundur AC Milan. Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto  dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang “hijrah ke London”, tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:

Kaka, pindah ke Real Madrid .Nilai transfernya ± 67 juta Euro
Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun
Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.

Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro dengan durasi kontrak 4 tahun. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.(MORE)

——————————————————————————————————————————————

Zinedine Zidane di Piala Dunia 2006. Pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2006, Zinedine Zidane tampil buruk dan bahkan harus absen pada pertandingan ketiga akibat akumulasi kartu kuning. Zidane kemudian menunjukkan kembali permainan terbaiknya di babak-babak berikutnya, dimulai dari pertandingan melawan Spanyol digugurkan 3-1, lalu Brasil ditaklukkan 1-0, dan kemudian Portugal dikalahkan 1-0. Dengan bentuk permainannya saat itu, banyak yang berharap bahwa Zidane akan menggantung sepatu dengan indah dengan mengalahkan Italia di final, namun kariernya berakhir pahit saat ia dikartu merah wasit Horacio Elizondo pada pertandingan final akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi di bagian dada.

Walaupun karier sepak bolanya berakhir pahit Zidane terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006 versi Fédération Internationale de Football Association dan para wartawan yang meliput ajang tersebut dengan mendapat 2012 poin, kapten Italia Fabio Cannavaro di posisi dua dengan 1977 poin dan pemain Italia lainnya, Andrea Pirlo di posisi tiga dengan 715 poin. Alasan ia dipilih menjadi pemain terbaik karena berhasil menampilkan penampilan yang menawan serta menunjukkan kepemimpinan yang baik dalam membawa Perancis yang terseok-seok di babak penyisihan grup sampai ke babak final. Pelatih Perancis Domenech dan sang “Kaisar” Beckenbauer membela keputusan FIFA untuk tetap memberikan gelar tersebut meskipun Zizou dianggap melakukan tindakan bodoh tersebut terhadap Materazzi. Materazzi mungkin dianggap mengatakan kata-kata yang sangat menyinggung pemain terbaik dunia 3 kali tersebut sehingga membuat ia menjadi emosi dan akhirnya melakukan tindakan tersebut.

Menurut laporan BBC, pemilihan Pemain Terbaik dilakukan pada masa istirahat setelah babak pertama. Koresponden BBC, Gordon Farquhar, berpendapat bahwa “jika kita menanyakan kepada para wartawan yang telah melakukan pemilihan tersebut setelah pertandingan berakhir – apakah mereka akan mengubah suaranya – mungkin mereka akan melakukannya.” (MORE)

——————————————————————————————————————————————

Gambar Foto Cristiano Ronaldo Portugal

——————————————————————————————————————————————-

PROFIL TIM NIGERIA. Nigeria tampil memukau dengan melaju hingga 16 besar pada penampilan perdananya. Kemenangan yang juga terjadi pada empat tahun berikutnya. Afrika Selatan 2010 akan menjadi kali keempat mereka mengikuti Piala Dunia setelah gagal pada laga sebelumnya.

Dalam debut pertamanya, Nigeria menempati posisi teratas di grupnya saat Piala Dunia 1994. Bersama Argentina, mereka berhasil masuk ke putaran kedua. Sayangnya gol di babak tambahan yang dihasilkan pemain Italia, membuat langkahnya terhenti sampai disitu. Mengulang kejadian sebelumnya, Nigeria harus puas sampai putaran kedua setelah kalah atas Denmark pada Piala Dunia 1998. Keadaan semakin memburuk saat Piala Dunia Korea/Jepang. Mereka hanya bisa masuk putaran pertama akibat poin terendah di dalam grupnya. Nigeria memastikan ikut Piala Dunia Afrika Selatan setelah sempat absen pada perhelatan sebelumnya.

Kemampuan pemainnya bisa membuahkan hasil yang maksimal bagi Nigeria. Dipimpin oleh Joseph Yobo, mereka akan menghasilkan serangan dinamis bagi tim lawan. Apalagi dengan adanya pemain muda tangguh seperti Obafeni Martins, Victor Obinna, Ikechukwu Uche dan Nwankwo Kano. Kamis sadar bahwa kami memiliki pekerjaan berat di Piala Dunia. Kami akan melawan tim tangguh seperti Argentina, dengan pemain terbaik seperti Messi. Sangat penting bagi kami membuktikan bahwa kami bisa bermain melawan yang terbaik ujar salah satu pemainnya, Chinedu Obasi. (MORE)

——————————————————————————————————————————————

SEBELUMNYA